Templates by BIGtheme NET
Home » Publikasi » DAS Krueng Peusangan Menjadi Percontohan Pengembangan Mekanisme Imbal Jasa Lingkungan Di Aceh

DAS Krueng Peusangan Menjadi Percontohan Pengembangan Mekanisme Imbal Jasa Lingkungan Di Aceh

Untuk Disiarkan Segera 30/3/2011.Pukul 14.00 WIB

Bireuen, Aceh – Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan akan menjadi lokasi percontohan pengembangan  mekanisme Imbal Jasa Lingkungan (Payment Environmental Services / PES) di Aceh dalam upaya perlindungan dan pengelolaan DAS secara terpadu. Rencana kerjasama Imbal Jasa Lingkungan antara beberapa privat sektor dan kelompok masyarakat lokal akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Kerjasama antara kelompok masyarakat dan privat sektor dan Perusahaan Air Minum Daerah akan dikembangkan terutama di kawasan hulu dan tengah DAS Peusangan mencakup Kabupaten Bireuen, Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Para privat sektor tersebut selama ini memanfaatkan air secara langsung dari Sungai Krueng Peusangan. Diharapkan melalui mekanisme ini privat sektor akan berkontribusi pada upaya pemulihan daerah kritis di DAS Peusangan dengan melibatkan masyarakat local yang ada di sekitar DAS. Salah satu kegiatan utama yang akan dilaksanakan adalah merestorasi 2000 hektar lahan kritis yang ada di pinggiran sungai.

Sejak tahun 2008 WWF-Indonesia bersama para pihak dari 5 kabupaten/kota yang ada di DAS Peusangan yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Aceh Utara dan Lhokseumawe (pemerintah daerah, privat sector, NGO dan kelompok masyarakat) telah menginisiasi kerjasama untuk pengelolaan DAS  Peusangan secara terpadu.

DAS Peusangan menjadi salah satu DAS prioritas utama nasional untuk diselamatkan karena dalam kondisi kritis. DAS Peusangan merupakan daerah tangkapan air terpenting di Aceh dimana terdapat 1 juta orang tergantung hidupnya dari sumber air DAS baik untuk keperluan hidup sehari-hari maupun untuk pertanian, perkebunan dan perikanan. Selain itu sebagian besar industri besar yang ada di Lhokseumawe mengambil air dari Sungai Krueng Peusangan.

Dalam rangka persiapan penerapan Imbal Jasa Lingkungan di DAS Peusangan maka dilaksanakan Lokakarya Pengenalan Konsep Imbal Jasa Lingkungan (PES) dalam Rangka Pengelolaan DAS Krueng Peusangan secara terpadu di Meuligo Pemerintah Kabupaten Bireuen, Selasa (29/3), diikuti oleh perwakilan pemerintah, privat sektor, LSM dan perwakilan masyarakat dari 5 kabupaten/kota dan provinsi yang konsen dalam pengelolaan DAS Peusangan.

Lokakarya ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bappeda Kabupaten Bireuen Lazuardi mewakili Bupati Bireuen. Bireuen akan menjadi salah satu lokasi dimana mekanisme Imbal Jasa Lingkungan akan dijalankan. Pemda Bireuen berapresiasi atas upaya penyelamatan DAS Krueng Peusangan melalui kerjasama parapihak.

Lokakarya ini menghadirkan pembicara dari BP DAS Krueng Aceh, UNESCAP, WWF-Indonesia, PDAM Aceh Jaya, Forum DAS Krueng Sabee, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh, PT Arun, dan Yayasan Leuser Internasional. Topik yang disampaikan antara lain tentang Pengelolaan DAS Secara Terpadu, Pengembangan Imbal Jasa Lingkungan, Pengembangan Hutan Restorasi, Pengembangan Agroforestry dan Program CSR pihak swasta.

WWF-Indonesia telah memfasilitasi kerjasama Imbal Jasa Lingkungan antara privat sektor dan kelompok masyarakat lokal di DAS Peusangan melalui negosiasi dan kesepakatan kerjasama yang bersifat sukarela dan saling menguntungkan. Privat sektor sebagai pemanfaat jasa air DAS Peusangan (buyer) akan membiayai kegiatan perlindungan DAS yang akan dilaksanakan secara langsung oleh kelompok masyarakat sebagai penyedia jasa (seller).

Privat sektor akan memperoleh keuntungan dengan mendapatkan jaminan tersedianya sumber air yang lebih baik kualitas dan kuantitasnya karena telah membiayai restorasi daerah tangkapan air. Sementara masyarakat akan mendapatkan keuntungan karena mendapatkan kompensasi dana untuk kegiatan restorasi, pengembangan ekonomi dan pelatihan peningkatan kapasitas.

Skema Imbal Jasa Lingkungan menjadi model menarik untuk mengembangkan pendanaan lestari untuk perlindungan lingkungan di Aceh yang melibatkan pemerintah, privat sektor dan masyarakat lokal. Selain di DAS Peusangan, percontohan Imbal Jasa Lingkungan juga dilaksanakan di DAS Krueng Montala Kabupaten Aceh Besar yang difasilitasi oleh UNESCAP. Ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Kebijakan Imbal Jasa Lingkungan di Aceh (3PESA) yang dilaksanakan UNESCAP, WWF-Indonesia dan Pemerintah Aceh. (selesai)

Kontak :

Chik Rini (Communication Officer)

08116803191, crini@wwf.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful